Jumat, 25 Mei 2012

Manusia dan Kegelisahan


Manusia dan Kegelisahan

            Kegelisahan adalah hal yang tidak terduga rupanya, bisa dirasakan sebelum sesuatu hal terjadi pada saat hal itu terjadi, atau bahkan setelah hal itu terjadi. Sekarang bagaimana kita dapat mengendalikan kegelisahan itu agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek yang justru mengganggu kehidupan dan perasaan kita. Jadi setiap ada hal apapun yang membuat kita gelisah maka kita harus bersugesti hal yang baik agar membuat kita tenang, dan selalu mengambil hikmah dari apapun yang terjadi. Efek kegelisahan bisa timbul karena ada perlakuan yang tidak positif dari dalam diri kita sendiri. Maka dari karena itu apabila kita melakukan suatu kejadian atau perbuatan harus di usahakan sebisa mungkin menjalankannya dengan baik.

Kegelisahan di dalam bahasa sekarang disebut dengan galau. Galau ini banyak contoh kasusnya, seperti masalah cinta, pekerjaan, keluarga, dan lainnya. Manusia yang merasa gelisah seringkali tidak dapat menjalankan pekerjaan dengan baik karena selalu merasa tidak tenang dalam hidupnya.Bahkan orang tersebut tidak memiliki dasar dalam melakukan suatu kegiatan.Semua itu di sebabkan oleh karena manusia mempunyai hati dan perasaan yang takut akan kehilangan nama baik dsb.Bentuk kegelisahan bisa bermacam-macam,misalnya merasa terasing,kesepian dan ketidakpastian akan suatu masalah.

Keterasingan di sebabkan oleh perilaku seseorang yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan,akibatnya perilaki orang tersebut tidak dapat di terima atau tidak dapat di benarkan oleh masyarakat yang ada di lingkungannya misalnya; sombong.Kesepian berarti merasa sunyi,tidak berteman.Kesepian memiliki hubungan dengan keterasingan hanya kebalikannya yaitu orang yang frustasi sehingga bersikap rendah diri dan menjauhi pergaulan ramai.Sedangkan ketidakpastian adalah perasaan tidak menentu,tidak dapat ditentukan,tanpa arah yang jelas misalnya;ketidakpastian tentang lulus tidaknya menjadi seorang sarjana.
Setiap manusia pasti pernah merasakan kegelisahan.Namun kegelisahan yang berkepanjangan akan menyebabkan gangguan penyakit,bahkan menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan untuk dapat merasa bahagia.
Dengan demikian untuk mengatasi kegelisahan harus di mulai dari diri kita sendiri dengan cara bersikap tenang karena hanya dengan pikiran tenang segala masalah dapat diatasi.

Nama : FERDY ROBIYANTO
Kelas : 1ka12
NPM : 12111825



Rabu, 23 Mei 2012

Manusia dan Cita-Cita


Manusia dan Cita-Cita

Seorang anak dilahirkan di dunia merupakan harapan dari sebuah keluarga yang baru, yang tentu sebuah keluarga itu ingin memiliki keturunannya. Seorang Ayah dan Ibu tentu juga memiliki sebuah harapan, yaitu harapan semoga anaknya kelak menjadi seorang yang berhasil. Begitu juga sang anak, dia memiliki sebuah keinginan yang dia sebut “Cita-cita” yang nantinya anak itu harus mewujudkannya. Semuanya itu mencakup dari kata “Harapan”. Setiap manusia pasti semuanya memiliki sebuah harapan, meskipun sulit untuk mencapai suatu harapan tersebut, namun semua itu akan dicapainya sampai titik darah penghabisan. Terkadang suatu harapan juga tak sejalan dengan apa yang kita inginkan, alhasil yang kita dapat adalah rasa menyesal dan kecewa.
Sebagai contoh pribadi, saya akan menceritakan pengalaman kekecewaan saya terhdap harapan yang tidak sejalan sesuai dengan keinginan. Pada waktu itu saya berusia sekitar 15 tahunan, yang terfikir di benak saya waktu itu adalah bagaimana caranya menjadi pemain band yang terhebat pada kontes musik tahunan di sekolah saya. Saya pun segera mencari dan bergerak untuk menenemukan personil-personil yang nantinya akan membentuk menjadi sebuah band. Akhirnya dengan cepat saya menemukan, saya dan teman-teman pun dengan giatnya berlatih untuk menjadi yang terhebat di sekolah, sampai pada akhirnya acara itu pun tiba dan semua kontestan pun tampil dengan kemampuannya masing-masing. Kami pun tampil sesuai dengan kemampuan kami yang kita anggap sudah menjadi penampillan terbaik, kami pun yakin bisa menjadi juara pada saat itu. Dan pengumuman juara itu pun tiba, dengan sangat yakin kami bisa menang, akhirnya “harapan” kosong itu pun dating dengan membawa kekecewaan. Kami tidak menang padahal kami sangat yakin kalau kami akan menang. Itulah sebagai contoh kecil harapan yang tak sesuai dengan keinginan.
Kalau di jadikan sebuah diagaram, cita-cita kita bila ingin tercapai akan mengalami proses seperti ini,

  Cita-cita ---> Harapan ---> Niat ---> Usaha ---> Berdoa

Siklus ini pasti akan kita rasakan bila kita ingin mengejar cita-cita yang akan kita inginkan. Maka kaitannya dalam kasus ini adalah manusia dalam mencapai cita-cita,maka diwajibkanuntuk berusaha karena cita-cita hidup tidak akan datang dengan sendirinya dan menghampiri manusia. Manusia haruslah berusaha mencari peluang-peluang untuk mencapai cita-citanya. Maka manusia dituntut menjadi pribadi yang selalu berusaha demi tercapainya cita-cita hidup. Disamping berusaha, manusia haruslah berdoa agar segala sesuatu yang diusahakannya mendapat ridho dari Tuhan. Berusaha diimbangi dengan berdoa akan menghantarkan manusia pada tercapainya cita-cita. Berusaha dan berdoa adalah kunci menuju ke suksesan.


Nama : FERDY ROBIYANTO
kelas  : 1ka12
NPM : 12111825

Sabtu, 31 Maret 2012

Manusia dan Cinta Kasih


MANUSIA DAN CINTA KASIH

Sebagai individu manusia pasti bisa merasakan arti kata cinta di hidup. Bagaimana tidak, Tuhan pasti memberikan makhluknya cinta di dalam jiwanya. Bukan hanya manusia, bahkan hewan pun bisa merasakan cinta. Menurut pendapat saya cinta itu bersifat universal, siapapun bisa merasakannya. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
·         Perasaan terhadap keluarga
·         Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
·         Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
·         Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
·         Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
·         Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
·         Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
·         Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
·         Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

Ada tiga tingkatan cinta di dalam kehidupan ini :

Pertama, cinta atas dasar harapan mendapat sesuatu. Yaitu ketika seorang yang mencintai kekasihnya karena menginginkan sesuatu dari kekasihnya itu. Dan sesuatu yang diinginkannya itu biasanya berujud materi.

Kedua, cinta atas dasar mengharap ridho kekasih. Cinta seperti ini lebih tinggi tingkatannya dari yang pertama. Yaitu mencintai kekasih karena semata mengharap ridhonya. Orang yang memiliki cinta tingkat kedua ini akan melakukan apapun secara sukarela dengan tujuan agar kekasih mendapatkan kebahagiaan. Agar kekasih memperoleh kesenangan. Agar kekasih terhindar dari marabahaya, dll. Terkadang ada dia berani mengambil resiko besar dalam melakukan hal-hal tersebut. Terkadang dia bersedia melakukan sesuatu yang konyol dan memalukan. Terkadang dia mau melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.

Ketiga, cinta atas dasar mengharap Ridho Allah sekaligus ridho kekasih. Inilah cinta sejati. Inilah cinta tertinggi. Pada cinta jenis kedua (mengharap ridho kekasih), adakalanya orang tersebut melakukan sesuatu dengan tulus namun apa yang dilakukannya itu tidak diridhoi oleh Allah, Sang Pencipta Cinta. Artinya apa yang dilakukannya itu menyimpang dari aturan-aturan agama. Jika demikian adanya, maka dia dan kekasihnya tidak akan merasakan kebahagiaan sejati. Yang dirasakannya hanyalah kesenangan jangka pendek dan bersifat semu.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang – kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang – kadang mencintai orang lain. Atau juga mencintai anak dan istrinya, hartanya, Allah dan rasulnya.

Cinta merupakan suatu hal yang sulit untuk dijelaskan. Setiap orang pasti memilki pengertian atau presepsi yang berbeda soal cinta. Cinta itu ibarat air hujan yang semua orang tidak dapat memprediksi datangnya dan juga akan turun ke semua orang. Dizaman yang sudah era globalisasi ini, cinta merupakan hal yang biasa. Bahkan anak yang masih ingusan pun mengerti tentang cinta walaupun mereka tak tahu makna sebenarnya tentang cinta.  Pacaran pun terkadang  orang membuktikan dengan cinta. “Kalau Cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat”, maksudnya adalah jika seseorang sudah terjangkit dengan yang namanya virus cinta pasti di dapat melakukan segala hal untuk cintanya itu. Tetapi apakah makna sejati tentang cinta ? Tidak ada Cinta sejati didunia hanya cinta Tuhan kepada umatnya dan cinta orangtua kepada anaknya. Tanpa cinta hidup kita tak akan menjadi indah.



Nama  : Ferdy Robiyanto
Kelas   : 1ka12
NPM    : 12111825




Manusia dan Kesusastraan


MANUSIA DAN KESUSASTRAAN

Manusia dan kesustaraan memiliki hubungan yang saling mengisi yaitu antara sastra dan seni, sebelum mengetahui hubungan sastra dan seni kita harus tahu apa itu sastra dan apa itu seni. Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakainan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Sedangkkan Seni adalah ketrampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar. Sebagai contoh yang menghubungkan Sastra dengan kemampuan manusia yang berseni adalah drama dan teater. Seperti contohnya, teater yang menceritakan tentang sebuah kisah, maka manusia dituntut untuk dapat memainkan peran yang diperagakan agar dapat terasa apa yang dicerikan itu, padahal cerita tersebut hanya karangan atau bahkan imajinasi dari pengarang . Tapi dengan adanya manusia yang memerankan peran yang dimaksud dengan menjiwai karekternya masing-masing, kita dapat merasakan dan juga ikut masuk ke dalam cerita tersebut.
Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari kepribadian seorang manusia itu sendiri.

Nama : Ferdy Robiyanto
Kelas  : 1KA12
NPM  : 12111825


Manusia Dan Kebudayaan


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara bahasa Manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya. Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
1.  NICOLAUS D. & A. SUDIARJA   
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2.  ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana".
3.  UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
4.  SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
5.  KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan

Pengertian Kebudayaan Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain.

Sedangkan jika mereka saling di kaitkan antara Manusia dan Kebudayaan akan menimbulkan keselarasan yang tidak bisa di gambarkan oleh apapun. Seperti hal nya saja di Indonesia banyak budaya yang bermunculan satu per satu, itu akibat dari campur tangan manusia nya juga. Tanpa budaya manusia tidak dapat berekspresi dengan hati nya, tanpa manusia budaya tidak bisa hadir. Sebagai contoh saya akan mengambil gambar, bagaimana manusia menjaga dan melengkapi kebudayaan tersebut.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita harus lestarikan kebudayaaan yang sudah nenek moyang buat masa depannya kelak. Contoh masa depannya itu yaa kita !!! kita yang harus lestarikan dan jaga kebudayaan di Negara Indonesia ini.Memang banyak yang mengatakan kebudayaan luar atau yang bisa lebih di sebut kebudayaan barat lebih menonjolkan unsur modern, namun kita tak sepantasnya harus mengikuti perkembangan jaman yang berbaau tidak positif untuk kebudayaan ini. Justru kita harus berpatut bangga, banyak orang barat sana yang ingin belajar kebudayaan di Negara Indonesia ini, jika mereka yang berfikir positif ke depan itu akan menjadi investasi yang besar bukan untuk Negara Indonesia ini.

Nama     : Ferdy Robiyanto
Kelas      : 1KA12
NPM       : 12111825

Minggu, 01 Januari 2012

Pengalaman Pribadi 2


Menurut pendapat saya melakukan jiwa sosial sangat di perlukan dari sejak dini, kita   harus menerapkan untuk para generasi muda khususnya agar diterapkannya di dalam hati. Agar     tidak berakibat fatal ke depannya. Kini masih banyak kita liat korupsi  dimana mana, itu akibatnya mereka tidak menerapkan jiwa ke sosialan mereka sejak dini. Apa kita sebagai generasi muda akan mengikutinya? Tentu tidak. Kita harus bisa merubah bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik dengan cara menerapkan jiwa sosial kita mulai saat ini.

Suatu pengalaman pribadi saya melakukan kegiatan sosial untuk membantu para saudara  kita di palestina yang sedang gencar-gencarnya di perangi oleh Israel. Sebagai kaum muslimin sudah sepantasnya kita membantu para saudara kita disana, walaupun tidak banyak setidaknya saya sudah berusaha dengan maksimal untuk membantu.  Saya mengerjakan kegiatan sosial ini   tidak sendirian, karena saya fikir tidak mungkin bisa melakukan ini dengan tangan saya sendiri. Akhirnya kita bersama sepakat melakukan kegiatan sosial ini dengan cara mempertandingan sepak bola antara SMA, dengan menjualkan tiket tiket pertandingan ke sekolah sekolah yang akan bertanding. Karena dengan cara itu bisa mendapatkan hasil yang lumayan untuk kita sumbangkan ke palestina.

Itulah mungkin sedikit pengalaman pribadi saya yang bisa saya ceritakan. Tidak sulit    menerapkan jiwa kesosialan di dalam hati, asalkan kita niatktkan pasti kita bisa. Khususnya kita para generasi muda yang akan memimpin Negara ini ke depannya, sudah sepantasnya kita        terapkan jiwa sosial kita dari sekarang. Jika tidak apa yang akan terjadi pada Negara ini akan ke depannya, pasti banyak kemiskinan di mana mana dan kelaparan di mana mana.

Pengalaman Pribadi


Hari ini tepatnya tanggal 21 desember 2010, seluruh angkatan sma  saya bergegas  dan berbondong – bondong dengan semangatnya untuk menuju ke kota Garut yaitu tepatnya di daerah Kampung Naga. Kita sepakat untuk memilih tempat itu karena kami ingin  melakukan field studi sekaligus melaksanakan kegiatan bakti sosial disana.
Perjalanan menuju Kampung Naga sangat tidak mudah. Karena letaknya tidak strategis dan di tambah jalan yang berkelok – kelok. Dari jalan besar saja kita harus berjalan kaki lagi kira – kira hampir 5 km untuk sampai di Kampung Naga. Bukan karena apa – apa, karena daerah mereka sangat tidak terima dengan budaya dari dunia luar, mereka tidak ingin budaya mereka tercampur oleh budaya dari dunia luar. Sedikit cerita saja disana belum terbiasa dengan adanya listrik, mereka masih menggunakan aki untuk menyalakan segala sesuatu yang berhubungan dengan listrik, maka dari pada itu salah satu dari kita kalau ada Handfone yang lowbet, kami harus berganti – gantian untuk mencharger handfone kami. Oh iyaaa disana juga terdengar kabar bahwa mereka menggunakan HANDFONE  hanya untuk kepentingan saja, hampir tidak ada yang memiliki HANDFONE.
Disana juga ada yang namanya kepala suku atau istilahnya pemimpin, dari turun temurun harus selalu ada yang namanya kepala suku, jika tidak Kampung Naga ini akan hancur. Kepala suku ini harus bertanggung jawab jika wilayahnya di injak oleh seseorang yang tidak di kenal. Maka dari pada itu Kampung Naga sampai saat ini masih terjaga kealamiannya. Disana juga diterapkan adanya puasa berbicara, tujuannya untuk mencegah kata – kata yang kasar. Saya hampir tidak percaya dengan adanya puasa berbicara, pikiran saya daerah ini menganut agama apa, ternyata tanpa saya duga agama islam disini sangat kuat. Mereka menerapkan agama islam sangat ketat sekali. Mulai dari dini anak – anak mereka di tuntun agar mengabdi pada agama islam. Seluruh penduduk disana rata – rata bermata pencaharian bercocok tani setiap harinya. Dan sebagian hasil taninya mereka jual ke kota untuk biaya hidup mereka.
Banyak cerita disana yang tidak bisa saya ceritakan satu per satu, saya mendapatkan pengalaman yang tak berharga ketika saya berada disana. Mulai dari bergotong royong, saling memperhatikan orang di sekitar. Seluruh angkatan saya pun sepakat untuk menyisihkan sedikit uang untuk kita kasihkan ke penduduk disana.
Memang benar kita hanya bisa membantu sedikit untuk kegiatan sosial ini, tapi setidaknya kita mempunyai niatan positif untuk membantu sesama yang membutuhkan. Jangan menjadi tempurung dalam cangkang, yang saat nya dia Berjaya, dia memasang muka seakan – akan tidak tahu apa – apa.  Saya berfikikr memang banyak suku, ras, dan budaya yang ada di Indonesia, tapi sudah sepantasnya pemerintah memikirkan untuk daerah – daerah yang terpencil. Bukan hanya Kampung Naga saja, masih banyak di luar sana  yang hampir sama dengan Kampung Naga.
Itu sedikit pengalaman bakti sosial saya di daerah Kampung Naga yang mempunyai arti banget di hidup.

Nama : Ferdy Robiyanto
Kelas : 1KA12
NPM : 12111825